1.6.16

Balet

1
Maria ingin menari balet
Tapi Ibu tidak punya uang
Ibunya hanya seorang pedagang gado-gado
Penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan hidup

2
Pucuk dicinta ulam pun tiba
Tetangga Maria menawarinya ikut menari di sanggar
Maria suka cita dan rajin menari setiap minggu
Ia berlatih dengan sangat baik hingga terpilih menjadi lakon utama
Waktu itu Maria harus membawakan tarian tentang gadis kerudung merah dan serigala
Ia tetap berlatih dengan baik hingga saatnya tiba

3
Hari pementasan semakin dekat tetapi Maria tak punya sepatu balet yang bagus
Tak ada yang mau meminjamkannya sepatu
Maria sangat sedih dan putus asa
Ia berniat untuk mengambil uang milik Ibu di warung
Ibu menangkap basah saat Maria mengambil uangnya
Ibu sangat marah, sedih dan kecewa sebab Ibu sudah tak punya uang lagi
Tapi Maria tidak peduli, ia justru marah kepada Ibunya
Ibunya mengalah dan membiarkan Maria mengambil semua uangnya untuk membeli sepatu
Maria membiarkan Ibunya merana

4
Di hari pementasan Maria menari dengan sangat baik dan anggun
Lampu-lampu berwarna menyorotnya, menjadikan ia sebagai bintang
Sayang Ibu tak bisa menontonnya sebab Ibu tak punya uang untuk pergi ke pementasan
Kilatan lampu, kertas mengkilap berwarna-warni, hujan tepukan, kembang api
Penghujung acara selalu luar biasa
Tapi kerap melupakan bahaya
Ketika baut mengendur
Lampu sorot di atas panggung jatuh dalam sepersekian detik
Semua orang terkejut beberapa memekik, beling berhamburan kemana-mana
Darah bersimbah kemana-mana

5
Besi penampang layar panggung tepat jatuh di atas Maria
Seketika, sewarna dengan kerudung merahnya

No comments:

Post a Comment