13.5.10

Asap

Setiap hari akan kurang cerah
Ada sedikit gelap atau mungkin memang di beri tenda
Tuhan memayungi kami, anak kecil yang kurang bernapas
Memberi kami tumpangan untuk sekedar mengoret oret jalanan

Reruntuhan tajam menghujam kami diatas pahatan pahatan yang kami buat
Kami kolosal di setiap langkah yang kami pijakan
Sedikit gemerincing hujan mengetuk-ngetuk pintu hati kami
Kami terlalu klasik membuat skenario yang akhirnya di buang

Kami terbentang di jalan, terkurung dalam keramaian
Ranah sepi kami lihat hutan
Pahit untuk di kecap dan tidak hilang

Kami bermusik dari distorsi ukulele murah dengan senar benang layangan
Ini cuma sebagian dari hidup kami
Ketika kami diajak berdiri dan ada orang orang menangis
Sehingga kami dibilang lebih berorientasi

Ini katalis dari segala macam reaksi
Ini kelarutan dari segala tindak sosialisasi
Kami terbentuk karena deferenisasi
Membangun kami dalam konsep tua
Untuk hidup di sebelah roda dan asap

1 comment: